Kembali membual
Siang yang terik menyambut bangun tidurku. Pembual yang tidurnya kepagian macam saya jarang sekali menyaksikan matahari terbit lebih awal. Orang-orang sudah sibuk bergelut dengan rutinitas masing-masing, sementara saya masih mengumpulkan nyawa sembari menguap sebab masih ngantuk. Kubuka tudung saji yang tak kosong macam hari-hari biasanya, satu butir telur rebus cukup untuk mengganjal perut yang kosong. Jarum jam berjalan perlahan, pukul 11.00 alarmku berdering kencang berulang kali. Dengan setengah sadar aku bergegas menuju kamar mandi yang berada di seberang pintu kamar, satu menit rasanya cukup barangkali sekedar gosok gigi dan cuci muka. Berpacak di depan kaca, menyemprot parfum blue emotion, mengenakan cagoule camo dan bersiap berangkat. Jalan Patimura tak selengang seperti biasanya. Mobil-mobil dan motor-motor berdesakan berebut jalan. Orang-orang tak sabar, ingin cepat-cepat sampai ke tujuan. Aku pun juga berusaha mencari celah. Di bawah terik matahari dan macetnya jalana...