Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Gas ? Gas!

Kuputar lagu Gas milik FSTVLST di kanal Spotify sembari bersiap untuk berangkat kerja pagi itu. Sementara, mataku masih mengantuk musabab hanya tidur sebentar. Namun aku juga bersyukur tidak terlambat bangun. Sembari mengenakan seragam, menyemprot parfum dan mengenakan sepatu, tiba-tiba saja ingatanku terlempar ke dua tahun silam, sebab lagu Gas yang masih berputar itu. Seketika aku teringat ucapan Mas Farid Stevy sebelum menyanyikan lagu tersebut saat event Jogja migunani. Bahwasanya, lagu tersebut lekat dengan kehidupan orang-orang, tak terkecuali. Perihal susunan rencana yang sudah rapi namun akhirnya gagal. Dan barangkali tak sesuai harapan adalah hal paling akrab. Sebagai manusia, tentu kita hanya bisa berusaha, mengupayakan apa yang diharapkan. Dan tak punya pilihan lain selain menjalani, dengan taat dan tabah tentunya. Memang bukan perkara yang mudah, namun tanpa kita sadari sebenarnya kita sudah terbiasa, toh kita sudah menjalaninya saban hari. Berjalan tak seperti renc...

Untuk Ronald dan Dohan, diberkatilah kita semua

Di satu malam yang begitu penat selepas kerja, ajakan nongkrong datang dari kawanku, Ronald dan Dohan. Aku mengiyakan dengan catatan harus pulang dulu ke rumah. Dohan sudah tiba di tempat yang sudah disepakati, sementara Ronald akan tiba menjemput di rumahku pukul 23.00 katanya lewat pesan WhatsApp. Sembari menunggu kedatangannya yang acap kali tak pernah tepat waktu, kurebahkan badan di ruang tengah sembari mendengarkan tausiah dari Mas Sabrang, putra Cak Nun, di kanal Youtube . Ia berbicara banyak tentang menjaga kesehatan hati. Semacam nasihat dari kawan untuk diri sendiri, maka dari itu kubiarkan saja videonya berputar, dengan suara yang mendominasi ruangan yang sepi. Ada satu hal yang kuingat betul dari banyaknya yang diucapkan mas Sabrang, bahwasanya masa lalu hanyalah memori, masa depan hanyalah imajinasi, dan hidup yang sebenarnya adalah hari ini. Dan boleh jadi itu adalah kalimat yang tepat bahwa masa lalu hanya untuk diingat atau dikenang. Dan jangan takut akan masa depan y...

Pertama-tama

Sepuluh tahun yang terlewat, Dan sepuluh tahun yang akan datang , Kucoba mengingat-ingat dan membayangkan. Pagi, siang, sore atau malam, kau melulu ada. Memberi Entah waktu atau hal lain Yang berharga tentunya Entah bagaimana nantinya Bagaimana caraku membalas Barangkali sekedar ucapan terima kasih, juga permintaan maaf sekaligus. Kau pamit melangkah lebih dulu, tak apa. Tempuhlah hidupmu yang lebih dari hari ini. Berlayarlah, kemudikan bahteramu dengan gagah, lalui derasnya ombak dan badai. Sementara aku masih di sini Di dermaga yang suatu waktu boleh saja kau singgah barang sebentar.