01:3- panggilan tidak kemana-mana
Kamu sudah terlelap sejak beberapa waktu tadi. Panggilan suara masih berlangsung dan tak kuakhiri, sebab sebelumnya kamu memesan supaya jangan dimatikan. Sementara, mataku masih terjaga. Kunyalakan sebatang korek dan kubakar sebatang kretek ilegal yang baru saja kubeli di warung depang gang. Maaf, tanpa seizinmu kunyalakan sebatang lagi. Barangkali pertanyaanmu yang paling kerap adalah “untuk apa?”, jawaban paling bebal adalah untuk menemani di kala sendiri macam ini. Terlebih seisi rumah sepi, hanya diri sendiri. Aku tahu kamu bakal menggerutu di bangun pagimu nanti tatkala membaca tulisan ini. Namun tak apa. Sebab kamu dan gerutu adalah dua hal yang akrab, macam sahabat karib yang sering dijumpai di tongkrongan. Aku pun juga tahu tendensi di balik gerutumu adalah demi kebaikanku. Sebatang lagi, boleh?