Sore yang sementara
Mentari masih enggan untuk pulang, pancarnya masih gagah menyinari. Sementara itu, bapak menikmati sore yang cerah dengan menyirami tanaman-tanamannya yang berada di pot-pot kecil depan rumah, sembari menunjukkan tanamannya yang mulai berbuah. Cabai rawit yang sudah mulai berbuah walau beberapa, jeruk nipis yang mulai tumbuh buahnya kecil-kecil. Walau tak pernah dipupuk, tanaman-tanaman itu disiram sebanyak dua kali sehari. Bapak begitu telaten merawatnya. Tiap kali mulai berbuah, tak jarang lebih dulu dimakan ayam sebelum kami memetiknya. Oleh karenanya, syukur dan cemas menjadi dua hal yang melekat, bersyukur bisa melihat tanamannya berbuah, dan cemas sebab khawatir tak bisa menikmati hasilnya. Kadang memang begitulah kehidupan, apa yang kita tanam belum tentu kita menuai juga hasilnya. Namun bagaimanapun, alangkah baiknya kita selalu menanam yang baik, hal-hal baik. Dan merawat, merawatlah, merawat kehidupan. 21/12/23