4/31 (6)
Selepas Isya' ia tiba tanpa warta, pesan singkat apalagi. Sepedanya disandarkan, berdiri ditopang motor lainnya.
Cappuccino menjadi pembuka, berbarengan dengan Satya. Bakwan jagung menyusul. Serta House Ginger Ale dan lumpia di barisan selanjutnya.
Bicara, bicara dan terus bicara. Tanpa upload sosial media. Berkeliling, memandang. Jam sembilan malam ia pulang. Mengayuh lagi. Sampai di mana, sana. Sini sana.
Bah, tetaplah bergembira ria.
Komentar
Posting Komentar