Kosa kisah di sekolah

Suasana kelas begitu hening, sebab siswa-siswi sepertinya sudah mulai lelah, dan ingin segera pulang. Mata pelajaran matematika menjadi mata pelajaran terakhir. Anna memperhatikan dengan sungguh apa yang dijelaskan ibu guru, wajar saja, selain cantik, ia juga siswi paling pintar dan rajin di kelas. Di seberang bangku duduknya, terlihat Noel memilih untuk menulis daripada memperhatikan apa yang dijelaskan ibu guru, sebab mata pelajaran matematika bukanlah mata pelajaran yang ia sukai.

Noel mulai menulis surat untuk gadis paling pintar dan cantik di kelas, tentu tak lain adalah Anna. Ia menulis di sobekan kertas dari bagian tengah buku dan bolpen seadanya dari warung kelontong sebelah rumah. Kata-katanya berbunga, tangannya menggaris kertas tanpa gusar, tanpa ragu, dan tanpa kekhawatiran. Kertas dilipat serapi mungkin dan dilemparkan ke meja Anna. Kertas tersebut jatuh tepat di depannya, ia membuka lipatan kertas tersebut dan tersenyum tersipu malu ketika membaca tulisan di kertas itu. Sedangkan Noel memerah wajahnya menahan malu jika Anna tak suka. Tulisan tersebut berisi tentang ungkapan hati Noel pada Anna, bahwa ia telah jatuh cinta padanya.

Bel berbunyi, tiba saatnya untuk pulang. Anna menghampiri Noel di tempat duduknya, mengajaknya pulang bareng hari itu. Noel pun mengiyakan ajakkan tersebut. Mereka berdua mampir di warung depan sekolah, melepas penat ditemani dengan dua gelas es coklat. Anna melihat buku Noel yang berada di atas meja, buku tersebut berjudul Bumi Manusia, karya penulis hebat Pramoedya Ananta Toer. “itu bukumu sendiri?” tanya Anna pada Noel. “iya” jawabnya singkat. “boleh aku pinjam?”. “boleh”. Anna sudah lama sekali hendak membeli buku tersebut, namun jarang sekali dijual di toko-toko buku ternama, dan kebetulan Noel punya buku tersebut.

Hari semakin sore, mereka berdua segera pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah, Anna langsung membuka buku yang ia pinjam dari Noel dan mulai membacanya. Sedangkan Noel menjalani rutinitasnya setelah pulang sekolah; duduk di depan mesin tik dan mulai mengetik tulisannya. Hari itu ia menulis tentang perasaannya yang sedang berbunga-bunga. Perempuan yang selama ini ia dambakan telah menjadi kekasihnya.

Begitulah cinta pemuda belia; sederhana. Mencintai dan mengungkapkan tanpa takut akan risiko yang ia terima.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tapak tilas kerinduan menemani perjalanan menuju pulang

Jumat malam di kota Solo

Menyaksikanmu lagi setelah sekian lama menepi