Noel dan Anna

Bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat. Siswa siswi segera berlari menuju kantin hendak makan siang, namun Noel tetap berada di kelas, ia memilih membaca buku, padahal perut sudah keroncongan sejak tadi pagi, ia belum sarapan, ia juga tidak punya uang saku untuk jajan di kantin. Sambil membaca, ia tak bisa menahan air mata, ia bersedih, nasibnya tak seberuntung teman-temannya. Tiba-tiba ada siswi yang masuk kelas, ia segera membasuh air matanya sebab malu jika dilihat. Siswi tersebut mendekati Noel yang sedang membaca buku, ia duduk di kursi tepat di samping Noel duduk. Ia adalah Anna, siswi paling pintar di kelas.

Anna bertanya kepada Noel “Kok ngga ke kantin?”
“Iya” jawab Noel singkat.
“Kenapa? Ngga lapar?” Anna lanjut bertanya.
Noel menjawab dengan sedikit malu-malu “Aku ngga punya uang buat jajan”.

Anna pun segera kembali menuju kantin dan bilang pada Noel “Tunggu di sini sebentar, aku segera kembali”.

Anna kembali ke kelas dengan membawa sebungkus roti dan sebotol air mineral, diberikanlah kepada Noel.
“Ini buat kamu, silakan dimakan. Kamu lapar, kan”. Noel pun mengangguk dan agak sungkan, “Makasih ya, ann”. Anna mulai mengajak ngobrol Noel yang sedang makan roti sembari membaca buku.

“Kamu baca buku apa?”. Noel memperlihatkan buku tersebut pada Anna, ia membaca buku Air Mata Bola karya Sindhunata.

Anna kembali bertanya “Kamu suka sepak bola?”. Noel mengangguk.

Dan beberapa menit kemudian bel kembali berbunyi, tanda jam istirahat telah usai. Siswa-siswi kembali masuk kelas, Noel memasukkan bukunya ke laci meja dan Anna segera kembali ke tempat duduknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tapak tilas kerinduan menemani perjalanan menuju pulang

Jumat malam di kota Solo

Menyaksikanmu lagi setelah sekian lama menepi