Sosok dewasa yang selalu ku ingat
Kau
tak perlu bertanya, sebab kau sudah paham, tentang anakmu yang gagal. Yang tak
seperti yang kau inginkan.
Kau
tahu apa masalah anakmu yang datang melulu saban hari, kau hanya bisa
menguatkan, lewat doa yang panjang maupun pendek, namun tak pernah berhenti.
Pak,
maafkan anakmu. Yang keras kepala, yang temperamen. Memang begitu adanya.
Pak,
aku tahu, kau tak lagi muda. Terlihat dari kerutan yang ada di dahimu. Dari
warna rambutmu yang tak lagi hitam.
Pak,
keberadaanmu menguatkanku. Walau tanganmu tak sehalus tangan ibu, walau ucapanmu
tak selembut ucapan ibu.
Kau pandai
menutupi segala kesusahanmu. Raut wajahmu tak pernah terlihat sedih. Sebab kau
tak ingin aku khawatir, kan.
Bahumu
terlanjur kuat untuk menyangga segala beban. Kau mampu mendidikku sejauh ini,
memberi segala hal indah yang kau punya.
Pak,
ingin kubasuh peluh di tubuhmu.
Pak,
aku menyayangimu.
Komentar
Posting Komentar