Bualan akhir pekan

Akhir pekan masih sama macam hari-hari lalu, waktu dihabiskan dengan pekerjaan yang padat. Libur di akhir pekan hanya terjadi saat ada bonus libur atau cuti saja.

Sepulang kerja, ajakan nongkrong datang dari Azis, seorang kawan yang akhir-akhir ini jarang sekali berjumpa musabab sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Pertanyaan “Nongkrong di mana enaknya ?” Selalu diakhiri dengan saling ikut. Dan angkringan masih menjadi pilihan utama, terlebih lagi di pertengahan bulan dan isi dompet yang nian menipis.

Kami berangkat dari rumah masing-masing, yang jaraknya sama-sama lumayan jauh dari tempat yang dituju. Azis datang lebih dulu musabab motornya bisa melaju lebih kencang dibanding motor bututku. Ia duduk di kursi sambil bermain ponsel barunya. Tiap kali kami bertemu juga sama dengan orang-orang lain jika bertemu dengan kawannya, hanya saja bersalaman sudah menjadi tradisi kami saat jumpa.

Segelas teh hangat dan es kopi sachetan menemani malam akhir pekan kami di bawah lampu jalanan kota. Berisik knalpot akrab dengan nongkrong pinggir jalan macam ini.

Obrolan mengalir begitu saja. Kata demi kata terlontar dari mulut kami berbarengan dengan kepul asap putih gudang garam. Kami berdua merasakan hal yang sama tentang lingkaran pertemanan yang sekarang blok-blokan. Segalanya berubah seiring berputarnya waktu. Rasan-rasan akrab dengan tongkrongan masing-masing, di sini membahas yang di sana, pun juga sebaliknya.

Sebenarnya, obrolan macam ini juga tak bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi, namun bisa sedikit meringankan beban pikiran masing-masing.

Obrolan malam itu ditutup dengan tetes terakhir dari segelas teh dan juga alarm sahur.

Kami berpisah di persimpangan jalan. Motorku ku paksa berjalan kencang musabab buru-buru pulang dan masih mengantre beli lauk untuk santap sahur. Angin berembus pelan, kurapatkan jaketku yang mulai apek oleh keringat. Pukul tiga pagi sepasang roda menggelinding menyusuri aspal yang berembun.

Sesampainya di rumah, tetangga sebelahku membagi masakannya untuk santap sahur, alhamdulillah, ucapku bersyukur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tapak tilas kerinduan menemani perjalanan menuju pulang

Jumat malam di kota Solo

Menyaksikanmu lagi setelah sekian lama menepi