Berangkat

Pukul 09.00 tepat, mataku terbelalak musabab berisik suara speaker tetangga sebelah yang tak tahu diri tiap kali memutar lagu. Daripada menggerutu tanpa ujung atau menegurnya, yang membikin suasana makin kalut, kuputuskan saja segera mandi dan bersiap berangkat kerja. Sepatu Vans buluk, celana bahan Uniqlo, dan seragam dengan logo perusahaan di dada siap kupakai. Tak lupa pula menyemprot parfum yang sudah tiga bulan belum habis-habis. Dan bergegaslah dengan motor berisik macam katamu.

Sepanjang jalan Ir. Soekarno padat kendaraan. Truk-truk berukuran besar berjalan pelan-pelan yang justru membikin macet. Memasuki jalan Patimura, ia tetap lengang macam hari-hari biasanya, walau sesekali umpatan khas nan wagu keluar dari mulut jika ada yang melawan arus seenaknya saja.

Berhenti sekali saja di lampu merah Serengan. Baru lampu kuning, klakson-klakson sudah pada bersahutan, yang mungkin sudah menjadi hal lumrah dan dimaklumi oleh orang-orang.

Sepeda motor berjalan perlahan-lahan, agak terburu dan tergesa saat melewati jalan timur lapangan Kartopuran, jalanan kampung yang melulu macet sebab jadi pusat kuliner ala kadar di pinggir jalan. Terlebih lagi orang memarkirkan kendaraannya sembarangan, tak tertata sama sekali. Tepat di tikungan, mobil belok tanpa sein yang membikin jantung deg-degan, dan tanpa persiapan, mulut kelepasan mengucap; Bajingan, matane i lho.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tapak tilas kerinduan menemani perjalanan menuju pulang

Jumat malam di kota Solo

Menyaksikanmu lagi setelah sekian lama menepi