Satu cup kopi, dan dinginnya malam
Hawa dinginnya malam selepas hujan tentu menenangkan buatku setelah melewati sehari yang sibuk. Dan di malam yang dingin itu kumulai menulis lagi tentangmu. Yang rupanya sudah lelap dalam mimpi, yang kuharap selalu indah itu.
Bagaimana nasib satu cup kopi tadi ?. Apakah sudah habis kau minum ?. Atau masih sisa ?. Atau jangan-jangan malah tumpah. Entah.
Mulai kubuka bok yang kau berikan padaku beberapa hari lalu, kubuka perlahan dan penuh hati-hati. Mulai kuambil satu-satu, ada beberapa barang di dalamnya. Satu buah buku, satu buah pulpen, dan satu buah drawing pen. Satu buah lego berbentuk Edelweis, dan bros bertuliskan namamu. Dan hand cream, katamu supaya kupakai tiap kali hendak bertemu dengan orang-orang, supaya meninggalkan wangi saat berjabat tangan.
Pemberian semacam itu tentu akan selalu kuingat. Entah sampai kapan kita akan terus akrab seperti sejauh ini, atau sependek ini, sampai hari ini.
Foto-fotomu yang tentu cantik, kini memenuhi galeri ponselku. Barangkali tak pernah kupandangi tatkala aku teringat kamu, sebab aku lebih memilih untuk bertemu.
Sementara, perjalananku mengupas bawang akan terus berlanjut. Entah selalu denganmu saban hari, atau di hari-hari tertentu. Entah selamanya, entah. Sebab tampaknya semua serba mungkin, semua serba ketoke. Tidak bisa kudu, apalagi dipaksakan. Dilakoni wae, sak tekane tampaknya masih menjadi kredo yang kupegang erat, dengan upaya-upaya yang aku sendiri tak pernah bisa menilai, sungguh-sungguh atau seenak udel.
Namun, bagaimanapun nantinya, bagaimanapun akhirnya nanti, bertemu dan menjalani hari-hari denganmu sungguh mengasyikkan, sekalipun sesekali kegusaran-kegusaran mampir, keraguan-keraguan yang melulu menakuti, dan gerutu panjang maupun pendek di saat-saat tertentu. Dan kita saling meracau.
Kamu yang berisik, kamu yang manja, dan kamu yang suka marah-marah. Itulah kamu yang kukenal. Entah dengan sadar atau tidak, aku menyayangimu. Barangkali kita punya rasa yang sama ?. Bodo amat kataku dalam hati. Sebab sudah seharusnya give not take. Dan more you give, more you keep.
9/5/24
Komentar
Posting Komentar