Ama il tuo lavoro

Kembali masuk kerja setelah hari libur kadang-kadang diawali dengan rasa malas berangkat, sebab tampaknya libur kurang puas, kurang puas merayakan libur yang singkat. Aras-arasen. Namun, semalas apa pun, diri harus dipaksa untuk berangkat kerja, sebab masih di bawah industri. Hanya ada dua pilihan; kerja atau potong gaji, tentu bekerja adalah pilihan yang mesti jatuh.

Beruntungnya, hari pertama masuk kerja setelah libur tidak begitu penat. Tidak membosankan. Tepat pukul 16.00 kusempatkan menyeduh Americano ice untukku sendiri. Cukup menyegarkan. Berbarengan dengan alunan musik jazz dan bosanova dari speaker pojok langit-langit. Menjadi keintiman tersendiri buatku, sembari melanjutkan pekerjaan. 

Orderan minum datang perlahan, satu demi satu kelar. Tamu datang dan pergi silih bergantian. Kunikmati saja. Tentu disertai dengan rasa cinta pada pekerjaan. Sekrodit apa pun jika sudah terbiasa, dan didasari rasa cinta tentu tak akan mengeluh. Dan memang begitulah seharusnya pekerja, yang mencintai pekerjaannya. 

Dan sepenggal kalimat yang tepat; cintailah pekerjaanmu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tapak tilas kerinduan menemani perjalanan menuju pulang

Jumat malam di kota Solo

Menyaksikanmu lagi setelah sekian lama menepi