September (kedua)

Selain cubitanmu di perutku dari jok belakang

Serta sandaran dagumu di bahuku

September kali ini akrab dengan hujan yang mengguyur menjelang pertengahannya

Derasnya mengguyur tiba-tiba kali pertama di malam hari tanpa permisi

Kita terima tempiasnya

Berulang di dua hari berikutnya

Hari kedua gerimis sore-sore

Pun juga hari ketiga di Selasa

Aroma tanah basah selepas hujan amat menenangkan

Kadang juga melempar ingatan

Tentang banyak hal yang sudah-sudah

Entah hal baik maupun buruk

Satisfying

Dan September berikutnya

Akankah semua tak berubah

Hmm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tapak tilas kerinduan menemani perjalanan menuju pulang

Jumat malam di kota Solo

Menyaksikanmu lagi setelah sekian lama menepi