September

Matamu enggan terpejam sejak pergantian hari

Berandai-andai tentang hari depan atau bulan depan

Atau tahun depan

Umpama ini seumpama itu

Begini maupun begitu

Sementara bulan September akrab dengan cubitanmu di perutku dari jok belakang

Kadang menggerutu kadang pula menyandarkan dagu di bahu

Barangkali kamu selalu gundah sebab kebingungan

Entah sampai kapan kita terus-terusan menutup

Membuka barangkali secercah saja

Aku tahu kamu tahu

Kita sama-sama tahu, sampai kita sembuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tapak tilas kerinduan menemani perjalanan menuju pulang

Jumat malam di kota Solo

Menyaksikanmu lagi setelah sekian lama menepi