18/30 kita sampai
Tepat saat asar kita tiba di tempat tujuan. Gerutuku tadi adalah bentuk sayang sekaligus cintaku padamu, maka jangan kau menangis sebab itu.
Sambutan om dan tante masih sama macam biasanya; akrab, hangat dan penuh senyum. Menanyakan kabar tentu saja. Dan setelah bincang santai sore itu aku tertidur. Pulas pula.
Menjelang buka, hujan kembali turun macam hari-hari lalu. Aku terbangun musabab dingin mulai menusuk perlahan. Sementara, kamu sedang sibuk menyiapkan buka puasa membantu om dan tante. Aku segera bergegas cuci muka, dan kita semua sama-sama menunggu beduk magrib. Suasana hangat benar-benar kurasakan di bawah atap itu, sekalipun hujan masih saja belum reda disertai angin yang terus-terusan mengembus.
Dan boleh jadi, mangut masakan tante adalah santapan paling ideal untuk buka puasa hari itu. Kita semua menyantapnya selepas Shalat. Tentu saja aku sangat bersyukur hari itu, pun kamu, kan?.
Lalu kita kembali berdoa yang terbaik untuk hari-hari yang akan datang, berbarengan dengan rahmat-Nya, dengan amin paling khusyuk.
Komentar
Posting Komentar