Setengahnya
Satu waktu, kita sama-sama bicara jujur apa adanya, sekalipun itu yang pertama kali. Lain waktu, kita sama-sama sibuk dengan ponsel pintar kita masing-masing.
Hidangan penutup dalam santap sahur kita beda-beda, entah dengan varian jambu, atau dengan yang gurih-gurih. Sahur yang perlu kita syukuri sebab orang lain belum tentu bisa macam kita. Sahur yang santai walau kadang tergesa, yang kolektif, yang diam maupun bincang, yang saling. Apa saja yang terjadi sepanjang bulan suci ini adalah upaya kita menjemput kemenangan yang tentu saja pasti akan datang.
Dan dalam doa yang baik, satu hal terbersit dalam benak, kita sama-sama yakin, ibu pasti tersenyum di atas sana melihat ini.
Komentar
Posting Komentar