Surakarta after rain

Kini, Solo setelah hujan tak asing lagi bagimu. Kamu sudah akrab bahkan nyaman dengannya. Harum tanah basahnya hingga udaranya yang menentramkan. Surakarta after rain kalau kata orang-orang.

Sepasang roda antarkan kita yang memutuskan makan malam agak jauh dari tempat kerja. Indomie rebus dengan telur dan nasi ayam seadanya dipesan pada Aa burjo yang sedang menjaga. Kita memilih tempat duduk di teras paling ujung. Suasana burjo malam itu sepi tanpa pembeli, hanya kita berdua yang baru saja datang, mungkin orang-orang enggan untuk keluar sebab dinginnya malam dan lebih memilih untuk menarik selimutnya.

Perbincangan yang melibatkan perasaan kembali berputar meskipun hanya sesaat. Beberapa menit menunggu pesanan kini datang, kita menyantapnya dan menikmati.

Semangkuk mi dan sepiring nasi tandas. Ditutup dengan syukur dalam hati. Semoga kita senantiasa seperti itu. Kamu tersenyum, aku pula.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tapak tilas kerinduan menemani perjalanan menuju pulang

Jumat malam di kota Solo

Menyaksikanmu lagi setelah sekian lama menepi