Hari Guru 2025

Sore hari kelar istirahat kerja, ia menawarkan secangkir teh untuk diseruput dengan segera. Di pagi menjelang siang, ia berikan uang saku untukku, “nanti misal mau dipakai buat nongkrong” begitu ucapnya sambil senyum.

1970(55) dan 2003(menjelang 22).

Ia dan ia, dua sosok yang berbeda namun melekat pada diri. Keduanya adalah guru; satu sosok mendewasakan dan mengajarkan ketabahan, satunya mengajarkan kesederhanaan.

Ia dan ia adalah bagian dalam hidup yang selalu kubanggakan.

Selalu begitu, selamanya begitu. Dan akan terus begitu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tapak tilas kerinduan menemani perjalanan menuju pulang

Jumat malam di kota Solo

Menyaksikanmu lagi setelah sekian lama menepi