Anjing yang baik

 

Semenjak anjingku yang paling baik pergi, aku tak pernah benar-benar ingin mencari pengganti. Hingga pada satu waktu sesama pencinta tiba dalam sekejap, ia pandai merawat titipan, piaraannya banyak, lebih dari yang sempat kumiliki, tapi sayang ia tak mau benar-benar berbagi. Ya sudahlah.

Lalu, datang tanpa disangka seekor, kini betina, ia mudah sekali dididik, baik pula penurut, tapi sekejap ia pergi, benar-benar pergi. Marah sebab kawanan lain dari gang sebelah. Aku tak bisa mencegah apalagi memaksanya.

Lalu di saat yang amat tergesa, diamanahilah aku oleh Tuhan. Amanah itu kujaga, demi seekor yang amat lucu, benar-benar lucu; tingkah dan sifatnya. Tapi tampaknya, ia tak pernah benar-benar tulus macam anjingku yang pergi itu. Dan benar saja kiranya, anjing yang baik hanya dimiliki sekali dalam seumur hidup, ia tak pernah datang lagi. Meskipun begitu, kisah tentangnya tetap tinggal dalam sanubari. Ia tetaplah ia, baik buruknya kini dirindukan. Ah, anjing.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tapak tilas kerinduan menemani perjalanan menuju pulang

Jumat malam di kota Solo

Menyaksikanmu lagi setelah sekian lama menepi